"Greetings. Assalaamu'alaikum, Wrwb. May Peace be Upon You. Welcome to my website."
This is my corner in the universe where I celebrate my life by sharing my experiences & thoughts on everything I care about, including trivia, jokes, & my love affair with Fred, my husband, my best friend.*c-line
Previous Post

 
11/10/09

Robot Cicak vs Robot Buaya, Siapa Menang?

Belakangan ini ribut politik KPK-polisi yang disimbolkan dengan cicak lawan buaya sangat ramai di media. Siapa yang menang? Hasilnya belum jelas. Tapi secara harfiah, mana yang lebih punya arti bagi manusia? Cicak atau buaya?

Bagi umumnya orang, buaya adalah simbol kekuatan, kesabaran, dan kewaspadaan. Mata sang buaya yang begitu tajam menyembul di permukaan air meneropong gerak-gerik mangsa, sementara seluruh tubuhnya tersembunyi di bawah air. Buaya juga memiliki kesabaran tinggi dan daya tahan tangguh. Mereka dapat bertahan dalam air selama 30 menit sampai 2 jam untuk mengintai mangsa. Dilengkapi pendengaran serta organ tubuh lain yang sangat sensitif terhadap getaran, buaya mampu melancarkan serangan mematikan secara akurat dan efisien. Tak heran jika seorang pimpinan polisi yang terseret kasus KPK-Polisi menobatkan buaya sebagai simbol korpsnya dengan berguyon "Cicak kok melawan buaya?”

Bagaimana dengan cicak? Hewan imut nan lincah yang menjadi simbol KPK ini dapat kita jumpai merayap di dinding dan langit-langit rumah. Jika terdesak, cicak memutuskan ekor, mengelabui musuh agar dapat lari menjauh. Seperti buaya, cicak mampu melancarkan serangan fatal, tapi mangsanya cuma sekelas nyamuk. Jadi, dimana letak hebatnya cicak?

Mungkin ada yang belum tahu, beberapa tahun belakangan ini cicak sedang membuat para ilmuwan terkagum-kagum. Berbeda dengan katak pohon atau banyak jenis serangga yang menggunakan kelenjar pelekat, cicak ternyata memiliki struktur tapak kaki unik untuk merayap, bergantungan, bergerak leluasa melawan gaya gravitasi.


www.animalpicturesarchive.com


Kaki cicak berbentuk seperti kipas, sangat lentur, memiliki jutaan bulu halus yang disebut setae. Di tiap ujungnya terdapat lagi 100 hingga 1000 bulu halus, disebut spatulae. Seberapa tipis spatula? Bukan rambut dibelah tujuh lagi, tapi dibelah dua ratus lima puluh! Begitu imutnya bulu di atas bulu ini memungkinkan cicak menerapkan gaya van der Waals, gaya tarik antar molekul di setiap permukaan yang dilaluinya. Meski gaya ini tergolong lemah, namun spatulae di tiap helai seta memperbesar gesekan permukaan secara signifikan hingga membuat kekuatannya berlipat ganda.


robotics.eecs.berkeley.edu


Kelompok peneliti dari Lewis & Clark College, UC Santa Barbara dan Universitas Stanford mengungkapkan fakta memukau tentang daya lekat seta yang ternyata lebih kuat dari prediksi semula. Satu seta bisa mengangkat seekor semut seberat 20 mg. Satu juta seta mampu mengangkat seorang anak dengan berat 20 kg. Jika cicak menggunakan seluruh setae yang dimilikinya dalam waktu bersamaan, maka daya lekatnya bisa menopang beban lebih berat lagi. Wow! Sulit dipercaya.

Tidak hanya itu, keunggulan setae pada kaki cicak adalah anti-kotor dan anti-basah. Tak ayal fenomena alam unik ini mendorong peneliti di seluruh dunia berlomba-lomba membuat formula lem cicak. "Tujuannya adalah menciptakan perekat kering yang tidak akan meninggalkan bekas. Kuat melekat selama dibutuhkan dan dapat digunakan berulang kali," kata profesor Anthony Russell, seorang ahli cicak yang bekerjasama dengan peneliti dari universitas Chicago melakukan riset tentang lem cicak.

Sementara itu, seorang fisikawan Italia, Profesor Nicola Pugno sedang mengembangkan teknologi berbasis karbon tabung-nano yang terinspirasi dari kemampuan merayap cicak. Aplikasinya sangat menjanjikan, dari mulai sarung tangan dan sepatu bagi pembersih kaca di gedung-gedung tinggi sampai teknologi eksplorasi ruang angkasa dan pertahanan. "Karena anti-air dan anti-kotor, maka teknologi ini diharapkan mampu bertahan di cuaca buruk dan lokasi paling sulit di muka Bumi," kata Pugno.

Lebih lanjut, beberapa ahli juga sudah membuat robot yang terinspirasi dari cicak. Selain kemampuan merayap di dinding, keahlian cicak bermanuver di udara juga menarik perhatian. Saat jatuh dari ketinggian, cicak menggunakan ekornya yang gemuk untuk memutar tubuhnya agar dapat mendarat sempurna di atas kakinya. Seperti dilaporkan di Science Daily (18/5/08), hal ini membantu para ahli mendesain robot pemanjat untuk digunakan dalam misi ruang angkasa. Bahkan, bukan tak mungkin kostum astronot masa depan kelak dilengkapi ekor ala cicak yang akan membantunya bergerak lebih leluasa.


www.animalpicturesarchive.com


Jadi, sangat tepat pendapat yang mengatakan bahwa keunikan bentuk tubuh hewan dan tumbuhan yang sudah didesain alam untuk menghadapi tantangan hidup di lingkungan sekitarnya adalah sumber inspirasi dan inovasi yang tak ada habisnya. Kuncinya, manusia harus menumbuhkan apresiasi yang baik terhadap alam, selalu jeli dan kreatif memandang fenomena alam sekitar. "Teknologi cicak ini sudah ada sejak 50 juta tahun lalu, tapi kita baru mulai mempelajarinya sekarang," kata profesor Russell.


hizook.com - electroadhesive-robot-climbers





Pertanyaannya sekarang, jika cicak bisa jadi inspirasi membuat robot, bagaimana dengan buaya? Barangkali kita bisa mendesain robot buaya yang dilengkapi sensor peka, mampu mendeteksi musuh dari jarak jauh dan di dalam air, untuk kemudian memusnahkannya sekejap mata. Lalu, bagaimana jika kita adu robot cicak lawan robot buaya? Sulit membayangkannya karena masing-masing memiliki keunggulan unik dan berbeda. Tak ada gunanya diadu, lebih baik kita gabungkan keunggulan keduanya dengan menciptakan robot cicak-buaya, pasti lebih berguna. Demikian halnya dengan KPK-Polisi, daripada beradu lebih baik bersatu, melawan korupsi.



Catatan:
tanggapan dan komentar bisa dibaca di SINI

Labels: