"Greetings. Assalaamu'alaikum, Wrwb. May Peace be Upon You. Welcome to my website."
This is my corner in the universe where I celebrate my life by sharing my experiences & thoughts on everything I care about, including trivia, jokes, & my love affair with Fred, my husband, my best friend.*c-line
My Favorite
PaperBackSwap.com - Book Club to Swap, Trade & Exchange Books for Free.

Previous Post

 
5/6/10

Waria harus dibela?

Dalam status Facebooknya, Senin 2 Mei 2010, rekan Ade Armando menulis:


Apa yang salah dengan kaum Waria? Mereka tidak menyerang siapapun, mereka tidak menyulitkan hidup orang lain, mereka cuma berbeda. Seorang psikolog menggambarkan mereka sebagai 'jiwa yang terperangkap dalam tubuh yang salah'. Mungkin sebagian memang berpura2, namun ada banyak yang menjadi waria karena faktor biologis. Jangan sebarkan kebencian pada waria. Perlakukan mereka sebagai manusia biasa.

***

Komentar saya:

Caroline
"Mungkin sebagian memang berpura2, namun ada banyak yang menjadi waria karena faktor biologis."

Ini masalah sebenernya.

The so called "faking gay" adalah MASALAH bagi mereka yg pro-kontra GLBT. Intinya KEDUA PIHAK harus sama2 mengecam "faking gay" ini yg sudah mengaburkan perjuangan kaum GLBT akan eksistensi mereka sebagai takdir bukan pilihan, serta membakar amarah mereka yg melihat gaya hidup "faking gay" jadi trend menyesatkan dan mengancam dasar-dasar kehidupan sosial spt di AS.

Pernah di tayangan TV AS ada kisah gay di Iran, di mana mereka yg gay diwajibkan ganti kelamin spy jelas mereka perempuan atw laki2. Operasi ganti kelamin sgt mahal, bhk di AS ngga tercover tunjangan kesehatan.

Karena itu, org yg mengaku terlahir gay hrs melalui pengecekan genetika yg benar, sehingga kaum GLBT ini harusnya bersifat SANGAT EKSLUSIF, ga menerima mereka yang asal "convert"

Btw, saya pribadi ga bisa asal percaya riset genetika. Lihat posting blog saya berjudul "Sarcasm may be in my genes."


Selanjutnya, komentar yang masuk tidak ada yg menanggapi komentar saya, termasuk dari Ade Armando. Beberapa di antaranya, sbb.


Rachel
Menurut saya sih Tuhan itu Maha Kuasa... Tuhan tidak memerlukan kita untuk "menyerang" musuhNya... kalau Tuhan mau memusnahkan yang "jahat" pasti terjadi juga... sekarang atau nanti di Neraka....

Mengapa kita harus menghakimi orang lain? Jangan menghakimi orang lain kalau tidak mau dihakimi.

Anjani
Sakit hati sekali:-( bang Ade Armando menyebut Abu Hurairah keperempuan-perempuanan, Anda jangan memfitnah.
Dia jauuuuuuh lebih mulia dari ANDA!! jauuuh lebih mulia dari semua orang yang comment status ini (NO doubt about it, even i'm not god!)
Kalau Anda suka waria, pecinta waria, dan bakalan lempeng2 aja kalo anak Anda seorang waria/gay dan sejenisnya.. what so ever lah, mangga wae, silahkan, tapi jangan menghina Abu Hurairah! teu nyambung atuh..

Gak suka FPI, dan gak suka waria.. yang satu anarkis, yang satu lagi suka maksa minta duit kalo ngamen.. dua2nya menakutkan!

Ade
Anjani, Anda boleh aja ngak suka dengan waria. FPI boleh nggak suka dengan waria. Anda boleh nggak suka dengan saya. Saya boleh nggak suka dengan tas-tas yang Anda jual di toko online. Itu nggak penting! Yang penting, kita nggak boleh merasa berhak saling meniadakan karena cuma nggak suka. FPI boleh hdup kalau sekadar sebagai gerakan kolektif yang hanya mengecam kalangan yang berbeda pandangan dengan dia. Tapi kalau dia mulai mengancam apalagi melakukan teror fisik, FPI itu harusnya dihukum dan mungkin dilarang.

Rachel
Bung Ade betul sekali, pada dasarnya tiap orang berHAK hidup dengan caranya sendiri, selama tidak mengganggu orang lain. Penjahat saja tidak bersalah sampai TERBUKTI bersalah kok... jangan gampang2 menghakimi orang lain deh...

Mungkin perlu menjadi "MINORITAS" untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi minoritas... membaca berita di koran, atau melihat di TV tidak berarti apapun kalau belum mengalami sendiri!

Saya sudah mengalami sejak Lahir, saya bersimpati pada semua pihak minoritas yang dituduh tanpa diberi kesempatan membela diri (^_^)

Ade
Rachel: dan ironisnya, kalau kalangan anti keberagaman ini membaca berita bahwa di Eropa ada gerakan untuk mengusir kaum muslim, tiba-tiba saja mereka berteriak: Eropa melecehkan HAM!!!!

Anjani
FPI bubarkan saja, waria terserah aja,asal jgn suka maksa di lampu merah dan menyebut suami sy yg berjenggot dgn teroris krn gak diksh receh (sebel mode on). Yg penting Jangan Menghina Sahabat Rasulullaah Shalallaahu'alayhi Wassalam yg mulia. Hayyakallaah.

Ade A
Anjani: hahahaha, jadi masalahnya Anda marah karena ada pengamen waria mengejek suami Anda? Ya pengamen kayak gitu emang tolol!!!!! Tapi kan soalnya bukan waria? itu sih pengemennya aja biadab!


Gemas dengan diskusi yg berkembang dan ga jelas arahnya, saya berkomentar lagi.


Caroline
@Ade and Rachel:
"Anti-keberagaman" dan pihak yg sulit nerima gender abu2 itu ga cuma mereka yg peduli pada kehidupan sosial beragama dan bernegara aja kok.

The IOC (International Olympic Comittee) yg ga ada sangkut-pautnya ama moral agama dan aturan bernegara juga harusnya Anda kecam, karena mereka membuat special lab utk menentukan gender peserta olimpiade dan memberlakukan peraturan2 khusus bagi transgender.

Rachel
Caroline: sebaiknya pembahasan jangan terlalu menyebar luas... suatu saat pasti dibahas deh oleh bung Ade... (^_^)


Alhamdulillah, akhirnya saya dianggap juga, trims Rachel. Kalau memang mau dibahas lain kali, saya OK aja.


Anjani
Bener Pak Ade, kalo turun dr jembatan layang pasupati (bdg) cihampelas, suka ada bencong ngetem, kecrek2, nyanyi, gak diksh, maksa sampe kita kesel, eh dia nya marah2.

Soalnya kalo pengamen yg lain, non waria, jarang maksa. Udah tabiat pengamen bencong kali ya, apalagi kalo yg ngamen rombongan, mending kabur deh. ini yg mengganggu.

Ade
Caroline: IOC nggak salah dong. Wajar kalau mereka perlu tahu jenis kelamin si peserta... ya kan memang ada kebutuhan dalam perlombaannya, supaya jangan sampai pria bertarung di kategori perempuan-- atau sebaliknya.


Wah, akhirnya Ade sendiri menjawab di status ini. Jadi Rachel itu bicara atas nama siapa ya? (^_^)v


Ade
Anjani: hahahahaha, emang ..... Tapi soal Abu Hurairah, Anda jangan senitif begitu. Saya baca kok teks2 sejarah nabi yang mengindikasikan bahwa sahabat nabi yang satu itu agak keperempuan-perempuanan... Dan itu sama sekali bukan dalam konteks menghina...

Eh, ngomong2 diskusinya jadi sangat sehat ya...? Senang sekali mendengar komentar2 Anda yang cool dan konstruktif. Cuma akibatnya, saya jadi nggak kerja2 nih...

Anjani
Soalnya kalo pengamen yg lain, non waria, jarang maksa. Udah tabiat pengamen bencong kali ya, apalagi kalo yg ngamen rombongan, mending kabur deh. ini yg mengganggu.

Ok deh pak Ade, emang sensitif kalo soal tokoh2 Islam terdahulu. Mungkin nanti pak Ade lain waktu bisa menjelaskan soal yg satu,jgn di topik soal 'waria'.

Ade
Anjani: segitu sebelnya ya?.... Anyway, saya justru tolong sama teman2 yang belajar islam beneran untuk mengomentari cerita yang saya dengar tentang Abu Hurairah itu. Tapi nantilah, kita cari bersama....

Caroline
WAJAR karena ada kebutuhan dalam perlombaan ya :)

Dlm aturan perlombaan yg sepele dan relatif baru dibuat saja, Anda sepakat bahwa hrs JELAS BEDA laki-perempuan.

Bagaimana dgn aturan kehidupan rakyat dan umat berdasarkan tuntunan agama dan negara yg kompleks, sudah eksis dan diterima luas selama ratusan tahun?

Ade
Caroline: waria itu jelas tidak seperti kebanyakan orang lainnya. Tentu saja kehadiran mereka membuat hidup lebih kompleks. Tapi itu kan nggak berarti bahwa kita berhak menghina, melecehkan apalagi meniadakan hak hidup mereka. Marilah hidup dengan saling menghargai....

Caroline
Jadi, Anda SEPAKAT bhw dalam kehidupan beragama dan bernegara harus jelas beda laki/perempuan?

Soal menghina, melecehkan apalagi meniadakan hak hidup mereka, saya sepakat dengan Anda. Ga ada hukum agama/negara apapun yg membenarkan itu.

***

Dan saya masih di sini, menunggu tanggapan dari Ade Armando.

Labels:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Subscribe to Post Comments [Atom]